Antisipasi Potensi Gangguan, Tim PAKEM NTT Bahas Pendirian Rumah Ibadah Baru di Oebufu

Antisipasi Potensi Gangguan, Tim PAKEM NTT Bahas Pendirian Rumah Ibadah Baru di Oebufu

KUPANG – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (PAKEM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Koordinasi pada Kamis, 21 Agustus 2025. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat IAD Kejaksaan Tinggi NTT ini secara khusus membahas langkah-langkah pencegahan dini terhadap potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) terkait pendirian Gereja Tabernakel Jemaat Metanoia di tengah wilayah pelayanan GMIT Benyamin Oebufu, Kupang.


Rapat yang dimulai sekitar pukul 09.15 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi NTT, Bambang Dwi Murcolono S.H., M.H., dan dimoderatori oleh Kepala Seksi (Kasi) II, Dr. Noven V. Bulan.


Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Tim PAKEM tingkat provinsi, para Kasi di lingkungan Bidang Intelijen, Jaksa Fungsional, serta seluruh jajaran pegawai Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi NTT. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial keagamaan.
Asisten Bidang Intelijen dalam arahannya menyatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat sinergi antar instansi dalam melakukan deteksi dini terhadap setiap potensi yang dapat mengganggu ketertiban umum.


"Pertemuan ini sangat strategis untuk menyamakan persepsi dan mengidentifikasi potensi masalah sejak awal. Sinergi yang kuat antar lembaga adalah kunci utama dalam pencegahan konflik," ujarnya.
Lebih lanjut, forum ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman bersama serta langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk memastikan kerukunan umat beragama tetap terjaga di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.


"Melalui rapat Tim PAKEM ini, kami berharap dapat merumuskan langkah antisipatif yang efektif, sehingga keharmonisan dan toleransi di tengah masyarakat NTT, khususnya di Kota Kupang, dapat terus kita pelihara bersama," tutupnya.

Bagikan tautan ini

Mendengarkan

Hubungi Kami